Gita Tri Nurwidya
Jul 16

Terasa ada ruang hampa di hati

Satu ruang yang tak kan pernah terganti

Oleh apapun

Oleh siapapun

 

Sesekali menyeruak sesalku

Mengapa aku tak bersamamu ketika itu

Agar bisa memelukmu, menciumimu

Membisikkan doa penghantar untukmu

 

Ingin rasanya kutitipkan pesanku

Pada malaikat yang kini niscaya menemanimu

Tolong bisikkan pada bundaku

Rasa mendalam kehilanganku

 

Tolong sampaikan maaf untuk segala khilafku

Tolong katakan betapa inginnya aku

Memeluknya

Menciuminya

 

Terimakasih tak terhingga

Untukmu Ibunda

Untuk semua kasihmu

Untuk semua perjuanganmu

 

Seluruh sayangmu

Segenap cintamu

Lebih luas dari langit luas

Lebih dalam dari samudera lepas

 

Padahal baktiku baru seujung kuku

Balas budiku bagai setitik debu

Hampir tak bermakna untuk semua yang telah engkau berikan untukku

Tiada mungkin membalaskan semua kasih sayangmu padaku

 

Lekat terbayang di benakku

Pendidik mulia lagi bijaksana adalah sosokmu

Bukan semata guru pelajaran bahasa bagi murid-muridmu

Enkau adalah Ibu pemberi tauladan nyata bagi anak-anakmu

 

Dalam tersimpan di lubuk hatiku

Sosok pribadi tangguh ditempa hidup yang tak pernah mudah untukmu

Setia mendampingi suami belahan jiwamu

Sedia mendidik anak-anak curahan kasih sayangmu

 

Tak pernah engkau berputus asa dan gelisah

Tiada pernah sepatah kata keluh kesah

Walau datang silih berganti kendala

Meski beban menghimpit jiwa

 

Setiap saat setiap waktu

Selalu memanjatkan doa untuk anak-anakmu

Selau memikirkan kerabat dan handai taulan di sekitarmu

Tanpa perlu diminta, pun tak harus menunggu

 

Senantiasa ingin menanam kebaikan dan ingin berbagi

Tanpa sedikit pun berharap balasan apalagi berpikir untung rugi

Meski hidup sangat sederhana apa adanya

Namun tak surutkan pedulimu pada sesama

 

Prihatin dan bersahaja, kuat menggurat di kehidupanmu

Tekun beribadah mengisi keseharianmu

Rajin besedekah menjadi cirimu

Ikhtiar tak kenal leah bukti kesungguhanmu

 

Tekunlah beribadah

Rajin-rajinlah bersedekah

Bantulah sesama yang tengah hadapi masalah

Ikhlaslah dan berserah

 

Itulah pesanmu selalu setiap waktu

Untukku, anakmu buah hatimu

Tak lelah engkau tanamkan

Tak lupa engkau contohkan

 

Kini kasihmu yang tak bertepi

Tak mungkin lagi kudapati

Kini cintamu nan ikhlas

Tak mungkin lagi bisa kubalas

 

Namun, sesal itu tak boleh berarut lama

Ini adalah ketentuan-Nya

Sekuat daya aku belajar untuk menerima

Kepulanganmu ke alam baqa

 

Aku ikhlaskan kepergianmu, Ibunda

Aku relakan kembalimu keharibaan-Nya

Karena semua ini sudah menjadi garis takdir-Nya

Karena tiada satu pun ciptaan-Nya yang sanggup menolaknya

 

Diiringi doa yang tak terputur, aku percaya

Telah cukup bekalmu menghadap Sang Maha Pencipta

Penggenggam kehidupan manusia dan alam semesta

Hanya bait-bait doa yang akan selalu ku lafadzkan

Untuk menemanimu di rumah keabadian

 

Jul 11

Ibu…

Begitu merdu panggilan itu keluar dari bibirku

Begitu indah keluar dari pikiranku

Begitu tulus dan ikhlas keluar dari kedalaman hatiku

Kasih sayangmu…

Menghancurkan kebencian dunia

Menenteramkan hati yang gundah

Mengobati hati yang luka

Menenangkan pikiran yang resah

Ibu…

Kebahagiaanmu adalah tujuan hidupku

Kesedihanmu adalah bencana hidupku

Senyummu adalah obat hatiku

Tangismu adalah racun hatiku

Bersamamu adalah yang kuinginkan

Menemanimu dalam suka maupun duka

Ibu…

Dalam setiap detak jantungku

selalu bergetar namamu

Dalam setiap darahku

selalu mengalir namamu

Dalam setiap doaku

Selalu kusebut namamu

Adalah engkau anugerah yang terindah dalam hidupku

hari ke 5 setelah kematian mama tercinta….

 

Jul 11

Welcome to STAF. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!